Kisah Memilukan Roki Permata
Cerita sebuah pengakuan kekasih dan sahabat lama,
Sebut saja namanya
Roki permata dan Sinta.
Dis klaimer .
Alur cerita ini di buat secara fiktif , jika ada kesamaan nama tokoh, gambar dan juga narasi di dalam video itu bukan tindakan yang saya sengaja .
Kupacu motor vespa bututku. Seikat mawar di genggaman tangan kiriku kupegang erat, agar tak rusak oleh hembusan angin. Jantungku berdegup kencang. Hari ini adalah saatnya aku menyatakan.
Aku masih ingat hari itu, minggu yang lalu, saat kau datang padaku dengan mata bersinar dan dengan mantap berkata, Aku sudah selesai dengan dia dan semua masa laluku dengannya !
Ku pandang kau dengan ragu. “Kau yakin?”. Lima tahun kau bersamanya. Lima tahun yang penuh dengan drama dan selalu aku yang kau jadikan tempat persinggahan, tempat kau berkeluh kesah.
“Ya, aku yakin seyakin-yakinnya”, kau menatap mataku lurus. “Aku tidak akan membiarkannya membuatku membuang masa mudaku lebih panjang lagi.
Sudah cukup aku mendengar semua kebohongannya.
Sudah cukup aku menerima pengkhianatannya”, matamu berkilat emosi.
“Mulai sekarang, ya mulai sekarang ini !, aku akan menjadi aku yang baru”, tambahmu lagi. “Aku akan mencari seorang yang menerimaku apa adanya. Hmm… kau tahu, tipe seperti apa yang ingin ku cari?”, matamu kini berbinar menatapku.
Hatiku mencelos. Ugh, mata itu.
Sudah berapa lama binar itu sirna, pikirku.
Binar yang sudah membiusku sejak bertahun-tahun silam. Binar yang membuatku terus bertahan hingga saat ini.
Aku hanya bisa menggeleng.
“Aku akan mencari seorang kekasih yang juga bisa menjadi seorang sahabat”, matamu menerawang jauh. “Karena seorang sahabat tak kan berbohong.
Aku pasti merasa aman dan nyaman dengannya, karena ia bisa ku percaya”.
Degupku berhenti.
Apa yang ia bicarakan? Apakah ini pertanda bagiku?
Dan begitulah, ku anggap ini pertanda untukku. Hari ini adalah saatnya. Aku akan menyatakan perasaan yang ku pendam lama.
Tanpa sadar aku kini berdiri di depan pintu rumahmu.
Dengan seikat mawar di gengggaman. Lututku ikut gemetar.
Namun, ku beranikan diri untuk mengetuk.
“Roki Permata?”. Kau berdiri di depan pintu yang terbuka.
Gaunmu merah jambu transparan, melayang ringan mengikuti gerakmu.
Kau cantik sekali Santi,
tidak seperti biasanya. Kali ini terlihat Sempurna,
ini terlalu sempurna bagiku. Aku hendak membuka mulut sebelum kau memotongku,
“Roki… senang sekali kau mampir. Tapi aku buru-buru, nih”
Bunyi klakson mobil terdengar.
“Oh, Nainggolan sudah datang”, kau tersenyum gembira tanpa menghiraukan raut wajahku yang berubah kaku. Nama itu. Nama yang telah terpatri di ingatanmu lima tahun ini.
“Aku balikan lagi dengannya”, ujarmu enteng. “Eh, aku ceritain lagi deh nanti. Aku pergi dulu”. Kau melambaikan tangan padanya dan berlalu dari hadapanku.
Nanti… apakah aku masih punya ‘nanti’?. Aku tertunduk lesu, se layu seikat mawarku kini yang berguguran di teras rumahmu.
Cerita berlanjut di sini
Roki Permata paras biasa
Roki Permata paras x10
Roki Permata biasa
Santi paras biasa
Santi paras x10
Jika ingin bertemu Santi
👇
Note : Roki Permata ersi ( RP ) dan Santi versi (S)
Terima kasih banyak sudah berkunjung

Komentar
Posting Komentar